PTK 031 UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI BIOLOGI MELALUI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA SISWA KELAS X-I SMA ...........................

Selasa, 27 Maret 2012

print this page Cetak

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Sejak ditetapkannya Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tetang Standar Isi dan berikutnya Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL), maka di sekolah-sekolah dari jenjang pendidikan dasar dan menengah diterapkan kurikulum baru yang dikenal dengan sebutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, disingkat KTSP, sebagai penyempurnaan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Tahun 2004. Semangat yang mendasari pemberlakuan KTSP ini adalah semangat perubahan, perubahan dari suasana keterpasungan menjadi suasana yang penuh dengan kebebasan dan kreativitas. Dari segi proses pembelajaran, KTSP menghembuskan perubahan dari model pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered)  menjadi model pembelajaran yang berpusat pada subyek didik (students centered), perubahan dari kegiatan mengajar menjadi kegiatan membelajarkan, dan seterusnya, dan seterusnya.
Penerapan KTSP membuat guru semakin pintar dan kreatif, karena mereka dituntut harus mampu menyusun sendiri kurikulum yang sesuai dan tepat bagi peserta didiknya, guru dituntut harus mampu merencanakan sendiri materi pelajarannya untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Hal ini jelas berbeda dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya yang datang dari dan dibuat oleh Pemerintah Pusat, dan guru hanya tinggal menerapkannya, sehingga nyaris tidak memberikan ruang dan tantangan bagi perkembangan ide dan kreativitas dari guru.
Namun demikian, di balik perubahan-perubahan besar dan mendasar yang dihembuskan oleh KTSP, tantangan yang dihadapi oleh guru tidaklah semakin ringan, melainkan semakin berat. Penerapan Standar Isi dan Standar Kompetensi sebagai acuan dasar dalam penyusunan KTSP membawa konsekuensi yang tidak ringan dalam implementasinya di lapangan. Itu berarti KTSP menuntut adanya profesionalisme yang tinggi dari guru.
Dan dalam kaitannya dengan konsep pembelajaran biologi, KTSP menghendaki dilakukakannya perubahan mendasar dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Kesalahan yang selama ini terjadi dalam penyelenggaraan pembelajaran biologi tidak boleh terulang lagi. Tugas guru sekarang ini bukanlah ”mengajar biologi”, tetapi ”membelajarkan siswa tentang biologi”. Itu berarti bahwa kegiatan pembelajaran harus berpusat pada siswa, dan bukan pada guru. Guru tidak lagi harus mendominasi kegiatan pembelajaran dengan metode ceramah sampai berbusa-busa, sementara siswa hanya duduk manis mendengarkan sambil bengong atau bahkan sampai terkantuk-kantuk.
Biologi sebagai bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam merupakan ilmu yang lahir dan berkembang berdasarkan observasi dan eksperimen.  Dengan demikian, belajar Biologi tidak cukup hanya  dengan menghafalkan fakta dan konsep yang sudah jadi, tetapi dituntut pula menemukan fakta-fakta dan konsep-konsep tersebut melalui observasi dan eksperimen. Melalui pembelajaran biologi (IPA) siswa dilibatkan secara aktif untuk melakukan eksplorasi alam. Melalui proses inilah dapat dikembangkan Keterampilan Sains (Keterampilan Proses Ilmiah), sehingga pengalaman belajar yang benar-benar bermakna tentang Sains dapat diperoleh subyek didik.
Keterampilan-keterampilan dalam bidang Sains (Biologi)  meliputi:
Ø    Observasi
Ø    Klasifikasi, prediksi, inferensi
Ø    Membuat hipotesis
Ø    Mendisain dan melakukan percobaan
Ø    Menggunakan alat ukur (pengamatan)
Ø    Identifikasi variabel
Ø    Mengontrol variabel
Ø    Mengumpulkan data
Ø    Mengorganisasi data (tabel, grafik, dll)
Ø    Memaknakan data, tabel, dan grafik
Ø    Menyusun kesimpulan
Ø    Mengkomunikasikan hasil/ide/secara tertulis atau lisan
Keterampilan Sains yang dimiliki siswa merupakan pintu gerbang untuk menguasai pengetahuan yang lebih tinggi dan akhirnya merupakan kecakapan hidup (Life Skill), karena dengan keterampilan Sains yang dimiliki, maka siswa secara mental siap untuk menghadapi permasalahan yang terjadi dalam hidupnya.
Dengan demikian proses belajar mengajar Biologi bukan sekedar transfer ilmu dari guru kepada siswa. Pola interaksi seharusnya terjadi antara siswa dengan materi (obyek), dan guru hanya bertindak sebagai  motivator, fasilitator dan supervisor. Itulah perubahan mendasar dalam pola pembelajaran biologi yang harus diakomodir dan disikapi secara positif oleh guru biologi seiring dengan penerapan KTSP.
Namun demikian, meskipun sikap positif terhadap perubahan telah diakomodir oleh guru, bukan berarti bahwa guru akan serta merta terbebas sama sekali dari masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran di kelas sepertinya akan selalu memunculkan permasalahan seiring dengan perkembangan pribadi subyek didik dan seiring pula dengan perkembangan sekolah dan tuntutan masyarakat yang semakin dinamis. Terkait dengan itu tugas guru adalah merespon dan mencari pemecahan terhadap setiap masalah yang timbul sepanjang masih dalam batas jangkauan kompetensi dan profesinya demi terciptanya suasana belajar yang lebih baik dan kondusif dan demi tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Seperti halnya yang terjadi dalam pembelajaran biologi di Kelas X-1 Semester I SMA ......... Tahun Pelajaran 2007/2008, khususnya terhadap penguasaan materi/Kompetensi Dasar: “Mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi, dan peran virus dalam kehidupan”. Guru dengan berbagai cara telah mengusahakan agar semua siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran standar juga telah dilakukan oleh guru, berbagai media pembelajaran yang ada di sekolah telah dimanfaatkan, berbagai bentuk penugasan telah pula diberikan untuk dilaksanakan oleh siswa, baik di dalam  maupun di luar kelas, mulai dari tugas melakukan observasi, melakukan eksperimen, membuat laporan singkat hasil eksperimen atau hasil observasi, mengerjakan LKS, dan lain sebagainya. Namun demikian, dalam berbagai kesempatan tanya jawab, diskusi kelas, maupun ulangan harian, aktivitas dan prestasi belajar mereka sangat rendah. Berdasarkan catatan guru,  aktivitas siswa dalam tanya jawab dan diskusi kelas masing-masing hanya sebesar 30% dan 35% dari 40 siswa yang ada. Sebagian besar dari siswa justru memperlihatkan aktivitas yang tidak relevan dengan pembelajaran, seperti kelihatan bengong dan melamun, kurang bergairah, kurang memperhatikan, bermain-main sendiri, berbicara dengan teman ketika dijelaskan, canggung berbicara atau berdialog dengan teman waktu diskusi, dan lain sebagainya.   Sementara itu dari hasil ulangan harian/ulangan blok,  prestasi belajar mereka hanya sebesar 45% yang berhasil mencapai batas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Padahal KKM yang ditetapkan bagi Kelas X SMA ......... Tahun Pelajaran 2007/2008 untuk mata pelajaran biologi (IPA) hanya sebesar 65.
Melihat data aktivitas dan prestasi belajar siswa yang demikian rendah tersebut jelas hal itu mengindikasikan adanya permasalahan serius dalam kegiatan pembelajaran yang harus segera dicarikan pemecahannya.
Bertolak dari permasalahan tersebut kemudian dilakukan refleksi dan konsultasi dengan guru sejawat untuk mendiagnosis faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebab timbulnya masalah. Dari situ diperoleh beberapa faktor kemungkinan penyebab, di antaranya adalah:

Silahkan klik gambar di bawah ini untuk download bab selanjutnya.
 




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

1 komentar:

eva flowers mengatakan...

"makasih banyak ya ilmunya

Poskan Komentar

Oleh : Nur Salim, S.Pd dan Mulyono, S.Pd. Diberdayakan oleh Blogger.